Tuli mendadak (sudden sensorineural hearing loss) dapat terjadi di satu telinga atau keduanya selama sehari atau beberapa hari. Seseorang yang mengalami ini harus segera mengunjungi dokter. Keterlambatan dalam pengobatan tuli mendadak nantinya dapat menurunkan efektivitas pengobatan. Untuk ulasan selengkapnya, yuk simak artikel di bawah ini.
Pengertian Tuli Mendadak
Melansir Hearing Loss, sembilan dari sepuluh orang dengan tuli mendadak hanya terjadi pada satu telinga. Untuk mengetahui kondisi tuli mendadak, seseorang dapat melakukan tes pendengaran. Jika tes menunjukkan hilangnya setidaknya 30 desibel dalam tiga frekuensi yang terhubung, gangguan pendengaran dapat didiagnosis sebagai tuli mendadak.
Banyak orang menyadari bahwa mereka mengalami tuli mendadak ketika bangun di pagi hari. Sebagian yang lainnya, pertama kali menyadari ketika mereka mencoba menggunakan telinga yang tuli, seperti ketika mereka menggunakan telepon. Ahli memperkirakan bahwa tuli mendadak menyerang satu orang per 5000 orang setiap tahun, yang biasanya orang dewasa berusia 40 tahun dan 50 tahun.
Baca Juga : Mengenal Penyakit Kolesteatoma yang Dapat Menyebabkan Ketulian
Penyebab Tuli Mendadak
Tuli mendadak terjadi ketika bagian telinga dalam, koklea atau jalur saraf antara telinga dan otak menjadi rusak. Sebagian besar waktu dokter tidak menemukan penyebab yang spesifik dari tuli mendadak. Namun, ada beberapa kemungkinan penyebabnya, antara lain;
- Malformasi telinga bagian dalam
- Cedera kepala atau trauma
- Paparan terhadap suara keras
- Penyakit sistem kekebalan tubuh
- Penyakit Meniere, yaitu gangguan yang mempengaruhi telinga bagian dalam
- Penyakit Lyme, adalah penyakit menular yang sering diltularkan melalui gigitan kutu
- Penuaan
- Penyakit pembuluh darah
Bayi bisa lahir dengan kondisi tuli mendadak, yang diakibatkan oleh;
- Infeksi yang ditularkan dari ibu ke anak seperti rubella, sifilis atau herpes
- Toxoplasma gondii, yaitu parasit yang melewati rahim genetik, atau faktor keturunan
- Berat badan lahir rendah
Ciri-ciri Tuli Mendadak
Berikut adalah gejala yang dapat muncul akibat dari tuli mendadak, yaitu antara lain;
- Kesulitan untuk memahami percakapan kelompok
- Tidak mampu mendengar secara baik ketika bising
- Sulit mendengar suara bernada tinggi
- Pusing
- Masalah keseimbangan tubuh
- Tinnitus (telinga berdering)
Baca Juga : Mengenali Perbedaan Tuli, Tunarungu dan Gangguan Pendengaran
Cara Mengobati Telinga Tuli Mendadak
Perawatan dini dapat meningkatkan peluang Anda untuk pemulihan penuh, namun dokter akan mencoba menemukan penyebab gangguan pendengaran sebelum memulai perawatan. Melansir Healthline, steroid merupakan pengobatan bagi tuli mendadak yang paling umum karena dapat mengurangi peradangan dan juga pembengkakan. Ini membantu orang yang memiliki penyakit pada sistem kekebalan tubuh, seperti sindrom Cogan.
Selain itu, dokter juga dapat memasukkan implan koklea ke telinga Anda melalui pembedahan. Impan ini tidak sepenuhnya bisa memulihkan pendengaran, namun dapat memperkuat suara ke tingkat yang lebih normal.
Itulah pembahasan kali ini mengenai penyebab tuli mendadak. Agar menghindari tuli mendadak menjadi permanen, pastikan Anda segera ke dokter untuk penanganan dini. Segera hubungi kami untuk solusi pendengaran Anda. Semoga bermanfaat ya!





Leave a Reply