Salah satu pemeriksaan pendengaran, brainstem evoked response audiometry (BERA), merupakan tes yang bertujuan untuk mendeteksi gangguan pendengaran. Pada umumnya, tes ini dapat digunakan pada bayi baru lahir, anak kecil maupun orang lain yang tidak mampu untuk berpartisipasi dalam tes pendengaran standar. Lalu, seperti apa itu tes BERA? Yuk simak ulasan berikut ini!
Pengertian Tes BERA
Melansir laman Healthline, tes BERA (brainstem auditory evoked response) adalah tes yang mengukur bagaimana otak memproses suara yang didengar. Uji pendengaran ini merekam gelombang otak sebagai respons terhadap klik ataupun nada audio yang diputar. Selain itu, tes BERA memungkinkan untuk memperkirakan tingkat perjalanan impuls saraf melalui saraf pendengaran. Analisis dari tes ini sendiri adalah sekitar satu jam.
Baca Juga : Pentingnya Melakukan OAE Hearing Test Pada Bayi
Kapan Dilakukan Tes BERA?
Karena anak-anak pada umumnya tidak bisa melakukan tes pendengaran secara standar, tes BERA ini bermanfaat untuk mengetahui kemampuan telinga pada anak untuk menghantarkan suara ke otak. Selain itu, manfaat dari tes ini adalah agar pengobatan bisa segera dilakukan jika ternyata hasil tes menunjukkan adanya ketidaknormalan.
Manfaat dari tes BERA yang lainnya antara lain:
- Menentukan jenis ketulian yang dialami
- Menentukan letak lesi di sepanjang jarak pendengaran sampai dengan batang otak
- Memprediksi kemampuan pendengaran
Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Menjalani Tes BERA?
Sebelum menjalani tes BERA, rambut Anda harus bebas minyak. Oleh sebab itu sebelum tes, orang yang akan diuji pada umumnya akan dianjurkan untuk mandi keramas. Nah, karena pengujian tes BERA ini dilakukan sambil berbaring, jika Anda membawa bayi atau anak Anda, dokter akan menganjurkan obat penenang ringan untuk membantu menidurkan mereka selama pengujian.
Baca Juga : Mengenal Pentingnya Tes Pendengaran pada Bayi Baru Lahir
Hasil dari Tes BERA
Hasil dari tes menunjukkan lonjakan dari aktivitas otak setiap kali anak mendengar salah satu bunyi klik atau nada lainnya. Apabila hasil terlihat garis datar saat bunyi dimainkan, ini mungkin adalah tanda bahwa anak Anda mengalami gangguan pendengaran. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk melakukan konsultasi lebih lanjut.
Hasil tes yang tidak normal juga dapat menjadi tanda bahwa ada kerusakan pada otak atau sistem saraf. Hal ini dapat disebabkan oleh:
- Gangguan bicara
- Cedera otak
- Stroke
- Neuroma akustik (tumor yang dapat tumbuh di saraf yang menghubungkan telinga ke otak)
- Myelinolysis pontine sentral (kondisi yang merusak selubung mielin yang menutupi sel-sel pada saraf)
Nah, itulah pembahasan kali ini mengenai tes BERA guna mendeteksi gangguan pendengaran. Untuk memastikan pendengaran Anda dalam kondisi yang prima, hubungi kami lebih lanjut dan ketahui bagaimana hearLIFE dapat menjadi solusi bagi permasalahan Anda melalui berbagai layanan dan produk alat bantu dengar.





Leave a Reply