Microtia: Pengertian, Penyebab, Faktor Risiko, Klasifikasi, dan Pengobatan

mikrotia

Microtia atau sering juga kita sebut sebagai mikrotia merupakan istilah medis untuk telinga yang tidak normal atau tidak terbentuk secara sempurna. Kelainan ini memang mempengaruhi bentuk telinga.

Namun, kondisi semacam ini tidak mempengaruhi bagian dalamnya bila tidak ada kelainan pada saluran telinga. Kelainan ini bisa saja terjadi pada satu telinga yang disebut sebagai unilateral. 

Pengertian Mikrotia

Microtia adalah kelainan bawaan pada telinga bagian luar yang tidak berkembang secara sempurna selama trimester pertama kehamilan. Kelainan ini juga bisa kita sebut sebagai telinga kecil.

Telinga kecil artinya bayi yang lahir memiliki ukuran telinga yang kecil bila kita bandingkan dengan bayi seusianya. Bahkan, dalam beberapa kasus bentuk telinga menyerupai kacang. Dalam banyak kasus, kelainan ini seringkali menyerang telinga kanan. Bayi laki-laki lebih rentan terkena kelainan ini.

Baca juga: Labirintis: Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mencegahnya

Penyebab dan Faktor Risiko

Seperti penjelasan sebelumnya, kelainan ini terjadi pada minggu-minggu awal perkembangan janin. Penyebab utama dari kelainan ini masih belum diketahui secara pasti. Namun, biasanya kelainan ini berkaitan dengan penggunaan obat-obatan, alkohol, kondisi lingkungan, perubahan genetik, diet rendah karbohidrat dan asam folat. 

Selain itu, kelainan ini juga bisa karena selama masa kehamilan sang ibu menderita diabetes. Dengan kata lain, ibu yang memiliki diabetes lebih berisiko melahirkan bayi dengan penyakit microtia ini bila kita bandingkan dengan ibu hamil lainnya.

Kemudian, seorang anak akan berisiko mengalami kondisi semacam ini jika ibunya, berusia di atas 35 tahun, mengalami sakit parah selama kehamilan, tidak mendapatkan cukup karbohidrat maupun asam folat selama kehamilan, menderita diabetes, hingga mengonsumsi atau menggunakan obat-obatan tertentu.

Pengelompokkan grade Microtia

Kondisi tak normal pada telinga bayi ini dapat kita kelompokkan menjadi beberapa grade. Pengelompokkan grade ini berdasarkan tingkat keparahannya, antara lain:

  • Microtia grade 1 : bayi memiliki telinga luar yang kecil, akan tetapi saluran telinga menyempit atau hilang.
  • Microtia grade 2 : Dua pertiga bagian atas daun telinga tidak terbentuk secara sempurna dengan saluran telinga menyempit atau hilang.
  • Microtia grade 3:  telinga luar berkembang yang umumnya terlihat seperti kacang.
  • Microtia grade 4: Terjadinya anotia. Anotia adalah bentuk telinga yang paling parah. Seorang anak atau bayi yang memiliki kondisi semacam ini tidak mempunyai daun maupun saluran telinga. Kondisi semacam ini bisa terjadi pada satu atau dua telinga.

Baca juga: Neuroma Akustik: Pengertian, Gejala dan Pengobatan

Pengobatan

Pengobatan ini dilakukan berdasarkan dengan tingkat keparahannya. Misalnya, cara mengatasi daun telinga bayi terlipat dapat dilakukan dengan pembedahan untuk rekonstruksi telinga luar.

Namun, pembedahan ini tergantung pada tingkat keparahan serta usia anak. Biasanya, proses pembedahan berlangsung ketika anak sudah menginjak usia 4 sampai 10 tahun. Sementara itu, semua pilihan pengobatan juga harus melalui diskusi yang panjang. Pasalnya, tindakan sedini mungkin belum tentu memberikan hasil yang baik.

Selain itu, untuk mengatasinya, anak juga bisa mendapatkan alat bantu dengar. Dengan begitu, dapat meningkatkan kemampuan pendengaran anak dan membantu perkembangan bicaranya. Meski begitu, alat pendengar ini juga memerlukan perawatan dari waktu ke waktu. Ada kemungkinan, alat pendengar ini juga bukan pilihan yang baik bagi anak. 

Jika bayi terlahir dengan kondisi microtia, kemungkinan besar akan berpotensi mengalami gangguan pendengaran anak. Jika terlambat mendapatkan perawatan dari dokter maka anak akan menjadi sulit bicara atau terlambat bicara. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena Anda dapat konsultasi kepada dokter spesialis THT dan mengambil langkah selanjutnya untuk Si kecil.