Labirintis: Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mencegahnya

labirintis adalah

Labirinitis adalah salah satu gangguan pada telinga bagian dalam, yang bisa menyebabkan otak kehilangan kontrol keseimbangan dan mengganggu kemampuan mendengar. Orang-orang yang merokok dan konsumsi alkohol memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami labirinitis ini. Lantas apa saja penyebab dan cara mencegahnya? Yuk simak ulasan selengkapnya berikut ini!

Apa itu Labirintis?

Dilansir dari Healthline, labirinitis adalah gangguan telinga bagian dalam. Dua saraf vestibular di telinga bagian dalam Anda mengirimkan navigasi spasial dan kontrol keseimbangan Anda. Saat salah satu saraf tersebut mengalami radang, muncul kondisi apa yang dikenal sebagai labirinitis. Pada umumnya, perawatan untuk labirinitis melibatkan obat-obatan yang berfungsi untuk mengendalikan gejala. 

Baca Juga : Intip Fakta Mengenai Telinga Berair, Kapan Harus Ke Dokter?

Penyebab Labirinitis

Labirinitis ini sendiri dapat muncul pada usia berapa saja, dan berikut adalah beberapa faktor yang bisa menyebabkan labirinitis, antara lain:

1. Virus Herpes

Virus herpes simpleks, yang juga dikenal sebagai HSV, merupakan infeksi virus yang dapat menyebabkan herpes genital dan oral. Pada banyak kasus, herpes ini tidak menunjukkan gejala dan beberapa orang mungkin dapat muncul lepuh atau luka kecil yang berisi cairan. Lepuh ini pada umumnya terdapat di alat kelamin atau mulut dan bibir. 

2. Infeksi Telinga Tengah (otitis media)

Otitis media, atau yang dikenal sebagai infeksi telinga tengah, merupakan kondisi ketika virus atau bakteri membuat bagian di belakang gendang telinga meradang. Penyebab dari otitis media ini berasal dari infeksi pernapasan yang dapat menyebar ke telinga. Saat saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan faring (eustachius) tersumbat, cairan akan terkumpul di belakang gendang telinga. 

3. Penyakit Pernapasan 

Penyebab selanjutnya dari labirinitis adalah penyakit pernapasan, seperti contoh bronkitis. Tabung bronkial Anda menghantarkan udara dari trakea (tenggorokan) menuju paru-paru Anda. Saat tabung tersebut meradang dan lendir menumpuk, inilah yang disebut bronkitis. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain batuk, sesak napas dan demam. 

Ciri-ciri Labirintis

Di bawah ini adalah ciri-ciri dari labirintis yang perlu Anda ketahui, yaitu sebagai berikut:

  • Adanya tekanan di dalam telinga
  • Tinnitus (telinga berdering)
  • Telinga berair
  • Sakit telinga
  • Mual
  • Suhu tinggi yang dapat mencapai 38 derajat atau lebih
  • Penglihatan yang kabur

Jika Anda mengalami beberapa gejala seperti ini, pastikan Anda segera untuk melakukan pemeriksaan ke dokter agar labirinitis Anda tidak semakin parah. 

Pengobatan Laringitis 

Jika Anda memeriksakan diri, dokter pada umumnya akan mendiagnosa labirinitis melalui serangkaian pemeriksaan fisik terlebih dahulu. Apabila labirinitis tidak ditemukan saat pemeriksaan telinga, dokter akan melakukan prosedur pemeriksaan fisik lengkap, termasuk dengan evaluasi neurologis. 

Untuk pengobatannya sendiri, dokter dapat memberikan resep obat untuk meredakan gejala laringitis seperti obat mengurangi pusing dan mual, dan obat penenang. Jika ditemui infeksi pada telinga Anda, dokter juga akan memberi resep antibiotik. 

Baca Juga : Cara Mengatasi Telinga Bindeng Secara Alami

Cara Mencegah Labirinitis

Berikut adalah cara-cara untuk mencegah labirinitis, antara lain:

  • Selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan 
  • Hindari konsumsi alkohol yang berlebihan 
  • Menghentikan kebiasaan merokok
  • Hindari minum obat tanpa resep dokter 

Demikian pembahasan mengenai penyebab, ciri-ciri dan cara mengatasi laringitis. Pastikan Anda memenuhi asupan cairan setiap harinya dan perbaiki gaya hidup Anda. Buat janji temu dengan kami untuk layanan pemeriksaan pendengaran dan produk alat bantu dengar yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.