Tanpa kita sadari, banyak serangga yang berkeliaran di sekitar kita. Mulai dari semut, nyamuk, kecoa hingga dan laba-laba. Pada sebagian kasus, serangga ini bisa masuk ke dalam telinga ketika Anda tertidur ataupun saat Anda sedang melakukan aktivitas berkemah di luar. Nah, tentunya hal ini bisa membahayakan telinga apabila serangga tersebut tidak langsung mati di dalam.
Lantas apa risiko yang bisa terjadi ketika ada serangga di dalam telinga? Berikut merupakan ulasan mengenai cara mengeluarkan serangga yang masuk ke telinga secara aman. Simak yuk!
Bagaimana Telinga Bisa Kemasukan Serangga?
Untuk Anda yang suka beraktivitas di luar, seperti berkebun, berkemah di area terbuka, Anda perlu waspada karena bahaya serangga bisa mengintai Anda. Bahkan, ketika Anda tertidur, Anda masih memiliki risiko untuk kemasukan serangga di telinga. Salah satu serangga yang paling mudah untuk masuk ke dalam telinga adalah semut. Oleh sebab itu, pastikan Anda tidak makan atau minum di dalam kamar untuk menghindari berkumpulnya semut saat malam hari.
Akan lebih aman jika serangga tersebut langsung mati ketika masuk ke dalam telinga. Jika tidak maka akan membahayakan kesehatan telinga Anda. Serangga yang masih tetap hidup dalam telinga masih bisa bergerak di dalam telinga. Apabila tidak dikeluarkan dengan segera, akan menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara mengeluarkan serangga yang masuk ke telinga.
Baca juga: Tips Menggunakan Headset yang Aman untuk Pendengaran
Apa Saja Gejala Telinga Kemasukan Serangga?
Jika terdapat serangga di dalam telinga Anda, kemungkinan besar Anda akan mengalami beberapa gejala telinga kemasukan serangga dengan cepat. Hal ini karena jaringan serta saraf telinga sangat sensitif, sehingga bisa terasa menyakitkan. Adapun beberapa gejala yang bisa Anda alami adalah sebagai berikut:
- Kemerahan
- Gatal-gatal
- Pembengkakan
- Keluar cairan dari dalam telinga
- Rasa sakit pada telinga
Akan lebih mudah bagi orang dewasa untuk mengetahui bahwa ada serangga di dalam telinga dengan dengungan dan gerakan serangga. Sebaliknya, lebih sulit bagi anak kecil untuk mengetahui penyebab rasa sakit di telinga. Apabila Anda melihat anak kecil menggaruk telinganya, mungkin merupakan tanda ada serangga dalam saluran telinga.
Komplikasi Akibat Kemasukan Serangga
Terdapat komplikasi yang dapat timbul karena tidak menangani serangga di dalam telinga dengan cepat. Berikut merupakan risiko yang bisa terjadi, yang perlu Anda ketahui, yaitu sebagai berikut:
1. Gendang Telinga Pecah
Komplikasi pertama yang mungkin bisa terjadi adalah gendang telinga pecah. Apabila seekor serangga menggigit atau menggaruk gendang telinga Anda, sangat mungkin hal ini bisa mempengaruhi gendang telinga. Jika terjadi, beberapa gejala yang dapat Anda alami yaitu adanya rasa sakit dan keluar cairan berdarah dari telinga Anda.
2. Infeksi Telinga
Risiko yang dapat terjadi selanjutnya adalah infeksi pada telinga. Pastikan Anda segera ke dokter apabila mengalami gejala-gejala seperti demam, sakit kepala, dan adanya cairan darah keluar dari telinga. Jika infeksi tidak ditangani dengan segera, bisa menyebabkan penyakit serius yang lainnya seperti meningitis dan kolesteatoma.
Baca juga: Cara Mengatasi Telinga Bindeng Secara Alami
Cara Mengeluarkan Serangga dari Telinga
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa, serangga yang tidak segera dikeluarkan bisa menyebabkan risiko komplikasi. Berikut merupakan cara mengeluarkan serangga yang masuk ke telinga secara tepat.
- Miringkan kepala Anda ke sisi yang sakit dan goyangkan untuk mengusir serangga.
- Apabila serangga masih hidup, Anda bisa menggunakan tetes minyak untuk membuatnya mati.
- Jika dirasa sudah mati, gunakan air hangat untuk mengeluarkan serangga.
- Hindari menggunakan cotton bud atau barang yang lainnya, sebab hal tersebut justru bisa membuat serangga masuk ke gendang telinga.
Itulah cara mengeluarkan serangga yang masuk ke telinga secara mandiri. Jika tidak berhasil, Anda bisa meminta pertolongan ke dokter untuk membantu mengeluarkan serangga dari dalam telinga. Dokter selanjutnya dapat memberikan resep antibiotik untuk mengurangi infeksi pada telinga. Periksa pendengaran Anda secara berkala agar kesehatan telinga tetap terjaga. Semoga bermanfaat ya!





Leave a Reply