Audiogram adalah grafik yang dapat menunjukkan suara paling lembut yang bisa seseorang dengar pada frekuensi tertentu. Selama pemeriksaan pendengaran berlangsung, seorang audiologis akan memainkan nada dalam satu frekuensi pada suatu waktu.
Dengan melihat hasil dari grafik, kita akan mengetahui gangguan pendengaran yang mungkin saja terjadi pada telinga kita. Namun, profesional perawatan pendengaran akan menggunakan hasil tersebut untuk membantu kita menentukan jenis alat bantu dengar terbaik yang bisa digunakan.
Baca juga: 7 Manfaat Alat Bantu Dengar yang Perlu Anda Tahu
Cara Membaca Audiogram

Saat kita berbicara mengenai grafik, tak lepas dari keberadaan audiolog. Audiolog adalah sebuah cabang ilmu yang mempelajari segala hal yang berkaitan dengan indra pendengaran. Mulai dari cara mengukur kepekaan, penyebab yang menimbulkan gangguan, hingga cara mengatasi gangguan itu sendiri. Selama pemeriksaan pendengaran berlangsung, seorang audiologis akan memainkan nada dalam satu frekuensi pada suatu waktu. Pada bagian atas grafik terlihat gambaran rentang frekuensi suara.
Grafik ini terdiri atas dua sumbu, yakni sumbu horizontal atau sumbu x dan sumbu vertikal atau sumbu y. sumbu x mewakili frekuensi yang terendah ke frekuensi tertinggi. Frekuensi terendah yang bisa kita uji biasanya 250 Hz. Sedangkan frekuensi tertinggi biasanya 8000 Hz.
Pada sumbu vertikal atau sumbu x mewakili intensitas atau kenyaringan suara dalam decibel. Untuk level terendah pada bagian atas grafik. Ketika bagian kiri atas grafik berlabel -10 dB atau 0 dB, itu bukan berarti tidak ada suaranya. Melainkan, zero desibel ini mewakili tingkat suara terlembut yang didengar rata-rata orang dengan pendengaran normal dalam frekuensi apa pun.
Ketika kita bergerak dari kiri ke kanan pada grafik ini, maka frekuensinya akan meningkat. Itu artinya nada menjadi lebih tinggi. Sedangkan pada bagian kiri grafik ini, menggambarkan derajat kekerasan suara. Ketika kita bergerak dari atas ke bawah pada grafik ini, maka suara menjadi semakin meningkat.
Baca juga: Terapi Lilin Telinga, Apakah Aman? Intip Faktanya Berikut!
Jenis Gangguan Pendengaran
Gangguan pendengaran ini dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan hasil audiogram. Antara lain, pendengaran normal, gangguan pendengaran ringan, gangguan pendengaran sedang, gangguan pendengaran berat, dan gangguan pendengaran sangat berat.
- Pendengaran normal. Suara memiliki derajat kekerasan sekitar 0 sampai 10 desibel (dB).
- Gangguan pendengaran ringan. Kita tidak bisa mendengar suara-suara dengan tingkat kekerasan lebih kecil dari 12-40 dB.
- Gangguan pendengaran sedang. Kita tidak bisa mendengar suara dengan tingkat kekerasannya lebih kecil dari 41-70 dB.
- Gangguan pendengaran berat. Kita tidak bisa mendengar suara dengan tingkat kekerasan lebih kecil dari 71-90 dB.
- Gangguan pendengaran sangat berat. Pada gangguan pendengaran sangat berat ini, kita tidak bisa mendengar suara dengan tingkat kekerasannya lebih kecil dari 91-120 dB.
Pemeriksaan Gangguan Pendengaran
Selain membaca audiogram, kita juga bisa melakukan pemeriksaan mengenai gangguan pendengaran dengan audiometri. Definisi audiometri adalah pemeriksaan untuk menentukan jenis maupun derajat ketulian seseorang.
Dengan melakukan pemeriksaan, kita dapat menentukan jenis ketulian tersebut apakah tuli konduktif atau tuli saraf (sensorineural). Umumnya, harga pemeriksaan audiometri ini berbeda-beda berdasarkan kebutuhan dan tempat pemeriksaannya.





Leave a Reply