{"id":802,"date":"2022-12-21T14:21:45","date_gmt":"2022-12-21T14:21:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/?p=802"},"modified":"2022-12-21T14:22:16","modified_gmt":"2022-12-21T14:22:16","slug":"berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya","title":{"rendered":"Berapa Desibel Batas Pendengaran Manusia? Simak Penjelasannya!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Telinga adalah bagian tubuh manusia yang sensitif dan sangat penting. Batas aman tingkat suara harus kurang dari jangkauan suara maksimum yang dapat didengar telinga manusia. Suara dengan tingkatan frekuensi yang tinggi dapat mencederai telinga dan menyebabkan pendengaran terganggu.\u00a0 Lantas, berapa desibel batas pendengaran manusia? Simak penjelasanya berikut ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Berapa desibel pendengaran normal manusia?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum mengetahui berapa desibel pendengaran pada manusia maka mari kita ketahui perbedaan hertz (Hz) dan desibel (dB). Hertz (Hz) menentukan kualitas bunyi yaitu frekuensi atau jumlah getaran yang dihasilkan per detik. Hertz merupakan unit SI untuk frekuensi. Hertz menyatakan seberapa banyak gelombang dalam waktu satu detik (1 Hertz = 1 gelombang per detik). Pada umumnya, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">frekuensi suara manusia<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah\u00a0 20 Hz &#8211; 20.000 Hz atau juga disebut sebagai audiosonik.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Ada banyak faktor yang menyebabkan rusaknya indera pendengaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut World Health Organization, tingkat volume suara yang aman untuk telinga kita adalah di bawah 85 dB untuk durasi maksimal delapan jam. Apa pun di atas 85 dB untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan sementara pada jaringan telinga yang sensitif atau bahkan <a href=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/kenali-gangguan-pendengaran-penderita-diabetes\">gangguan pendengaran<\/a> permanen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk durasi waktu yang singkat, suara hingga 120 dB dapat ditahan dan juga dianggap aman oleh organisasi kesehatan dunia, tetapi sekali lagi, mendengarkan suara dengan frekuensi tinggi seperti itu pada interval reguler durasi waktu yang lama sama sekali tidak aman dan membuat telinga rentan terhadap gangguan pendengaran permanen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin tinggi suara, semakin tinggi ukuran desibel, dan semakin terdapat kemungkinan untuk suara tersebut merusak telinga. Paparan suara yang lebih dari 85 dB bisa merusak telinga Anda. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kegiatan apa saja yang dapat mengganggu pendengaran?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">berapa db telinga normal pada telinga<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">? Berikut adalah tingkat desibel beberapa bunyi yang bisa didengar oleh telinga manusia.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga : <\/strong><a href=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/inilah-tips-cara-mempertajam-pendengaran-sangat-mudah\">Inilah Tips Cara Mempertajam Pendengaran, Sangat Mudah!<\/a><\/p>\n<h3><b>1. Suara yang menyakitkan telinga (mulai dari desibel 120 ke atas)<\/b><\/h3>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">150 dB setara dengan suara kembang api sekitar 1 meter di dekat Anda<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">140 dB setara dengan suara mesin jet dan senjata api<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">120 dB setara dengan suara pesawat ketika lepas landas<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>2. Suara yang sangat keras sekali (mulai dari desibel 90 ke atas)<\/b><\/h3>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">110 dB setara dengan suara gergaji<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">106 dB setara dengan suara alat pemotong rumput<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">100 db setara dengan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> suara bor.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">90 dB setara dengan suara sepeda motor<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>3. Suara yang sangat keras (mulai dari desibel 70 ke atas)<\/b><\/h3>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">80-90 dB setara dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hair-dryer<\/span><\/i><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">70 dB setara dengan suara lalu lintas sangat ramai<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>4. Suara yang sedang (mulai dari desibel 40 ke atas)<\/b><\/h3>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">60 dB setara dengan suara percakapan orang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">50 dB setara dengan suara hujan sedang<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"> \u00a0 <\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">40 dB setara dengan kamar yang hening<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Kegiatan apa saja yang mengganggu pendengaran?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebisingan di atas 140 desibel, seperti ledakan keras, dapat menyebabkan gangguan pendengaran akut. Jika gelombang suara merusak <a href=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/gendang-telinga-pecah-penyebab-gejala-dan-solusinya\">gendang telinga<\/a>, yaitu yang terdapat di telinga tengah atau telinga bagian dalam, ini dikenal sebagai trauma akustik. Kerusakan semacam ini biasanya bersifat sementara, tetapi beberapa gangguan pendengaran mungkin bersifat permanen.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan pendengaran kronis juga dapat disebabkan oleh suara yang kurang keras (sekitar 90 dB ke atas) jika seseorang sering terpapar dengannya. Contohnya termasuk gangguan pendengaran yang disebabkan oleh terlalu banyak mendengarkan musik keras misalnya, melalui headphone. Lalu, orang yang bekerja dengan mesin keras, misalnya di industri atau pembangunan jalan, harus menggunakan pelindung pendengaran.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga : <\/strong><a href=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/inilah-dampak-pencemaran-suara-bagi-pendengaran-manusia\">Inilah Dampak Pencemaran Suara Bagi Pendengaran Manusia<\/a><\/p>\n<h2><b>Lokasi Mana Saja yang Membuat Pendengaran Terganggu?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penting untuk diingat bahwa batas yang aman suara yang dapat diterima telinga yaitu 80 desibel. Jika mendengar suara lebih dari 80 desibel terus menerus dapat terbilang aman untuk telinga. Namun, jika lebih dari 80 desibel maka akan merusak pendengaran, bahkan dapat menyebabkan tuli permanen. Lalu, ada lokasi yang dapat membuat pendengaran Anda terganggu karena memiliki tingkat kebisingan yang melebihi 80 desibel. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Lokasi umum yang bikin pendengaran terganggu<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0 mana sajakah itu?<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Tempat Bermain Anak\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya, tempat bermain anak yang berada di mall dipasangi musik yang keras. Kebisingan suara musik dapat mencapai 96,1 desibel. Bahkan, selain dipasangi musik yang bervolume tinggi, terdapat juga suara anak-anak berteriak keras sekali. Berada di tempat dengan tingkat kebisingan 100 desibel dianjurkan 15 menit saja dan tidak boleh terlalu lama. Selebihnya akan merusak pendengaran Anda.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Konser Musik<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda senang menghadiri konser music maka Anda perlu berhati-hati. Hal ini disebabkan oleh suara konser music yang dapat mencapai 100 desibel. Jika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">genre<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> musik yang Anda hadiri adalah berjenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rock <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">maka suara yang keras sekali akan mengganggu pendengaran Anda. Maka dari itu, sebaiknya hindari berdiri atau duduk dekat dengan speaker jika menghadiri konser musik.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Di Angkutan Umum dengan <\/b><b><i>Full Music<\/i><\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah Anda menaiki angkutan umum ke luar kota? Biasanya angkutan umum yang menuju luar kota memasang music bervolume yang melebihi batas maksimal. Umumnya, angkutan umum yang menuju luar kota mencapai hingga 110 desibel. Telinga manusia hanya\u00a0 bisa bertahan dengan suara yang melebihi 100 desibel selama 5 menit dan tidak lebih dari itu.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Mengembalikan Pendengaran menjadi Normal<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tubuh manusia umumnya tidak memiliki masalah penyembuhan luka, goresan, atau patah tulang. Namun, jika terjadi ketulian pada telinga maka kan lebih sulit untuk sembuh. Meskipun para ilmuwan sedang mengusahakannya, manusia tidak dapat menyembuhkan silia di telinga mereka dengan cara yang sama seperti hewan. Artinya, jika Anda melukai rambut atau saraf pendengaran ini, Anda mungkin mengalami gangguan pendengaran yang tidak dapat diperbaiki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu perawatan yang paling umum adalah dengan menggunakan alat bantu dengar. Namun, itu tidak berarti Anda tidak bisa mendapatkan perawatan untuk gangguan pendengaran Anda. Lalu, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bagaimana cara memperbaiki pendengaran? <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini adalah beberapa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">cara mengembalikan pendengaran menjadi normal <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">secara alami yang bisa Anda coba di rumah:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Teh jahe<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyembuhan alami yaitu dengan mengonsumsi teh jahe. Untuk membuatnya sendiri, rebus bahan berikut dalam panci tertutup selama 15 menit:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">4 gelas air<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">3 iris jahe segar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1 sendok makan daun ketumbar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1 sendok makan kayu manis<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1 sendok makan oregano<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1 sendok makan rosemary<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">1 sendok makan bijak<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mendidih, saring dan minum tiga gelas sehari selama minimal tiga minggu.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga : <\/strong><a href=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/cara-mengatasi-halusinasi-pendengaran-serta-penyebabnya\">Cara Mengatasi Halusinasi Pendengaran Serta Penyebabnya<\/a><\/p>\n<h3><b>2. Ekstrak ginkgo biloba<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ekstrak Ginkgo biloba adalah favorit penyembuh alami. Pendukung jenis perawatan ini menyarankan bahwa mengonsumsi 60 hingga 240 miligram ginkgo biloba per hari dapat membantu mengatasi tinitus dan kebisingan lain yang terkait dengan gangguan pendengaran.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Minyak Pohon Teh<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Minyak pohon teh diyakini oleh banyak orang secara positif mengobati gangguan pendengaran dan ketulian. Anda harus menggunakan obat alami ini dengan hati-hati dan pastikan untuk menyebutkannya ke dokter Anda sebelum mencobanya. Anda dapat mencampur dan kemudian panaskan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">3 tetes minyak pohon teh<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">2 sendok makan minyak zaitun<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1 sendok teh cuka koloid<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">1 sendok teh cuka sari apel<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda kemudian dapat memasukkan campuran tersebut ke telinga Anda dan duduk diam selama lima menit. Jika Anda melakukan ini empat kali sehari, Anda akan melihat hasilnya setelah dua hari.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Minyak Atsiri Kayu Putih<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa penganut pengobatan alami menyarankan minyak atsiri cajuput dapat membalikkan gangguan pendengaran secara alami. Pijat beberapa tetes minyak esensial cajuput di belakang dan di depan telinga Anda untuk meningkatkan kemampuan mendengar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian informasi mengenai berapa desibel batas pendengaran manusia. Jika seseorang mendengarkan desibel suara melebihi kekuatan yang dapat ditahan telinganya, maka dapat membuat gendang dan organ didalamnya rusak.Lalu, selain suara yang tinggi yang dapat merusak pendengaran manusia,<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">apa saja faktor penyebab hambatan pendengaran? <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yakni, cedera pada telinga, tuli karena usia lanjut, Sumbatan Serumen (Kotoran Telinga) dan sebagainya. Mulai sekarang, cobalah untuk membatasi diri untuk tidak sering pergi ke lokasi yang memiliki suara desibel tinggi. Namun, bila Anda merasa pendengaran mulai menurun, segeralah hubungi kami agar bisa ditangani lebih cepat.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Telinga adalah bagian tubuh manusia yang sensitif dan sangat penting. Batas aman tingkat suara harus kurang dari jangkauan suara maksimum yang dapat didengar telinga manusia. Suara dengan tingkatan frekuensi yang tinggi dapat mencederai telinga dan menyebabkan pendengaran terganggu.\u00a0 Lantas, berapa desibel batas pendengaran manusia? Simak penjelasanya berikut ini. Berapa desibel pendengaran normal manusia? Sebelum mengetahui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":803,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":{"0":"post-802","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-tips"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Berapa Desibel Batas Pendengaran Manusia? Simak Penjelasannya!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Telinga sangat sensitif terhadap suara berfrekuensi tinggi karena dapat merusak telinga. Batas aman tingkat suara harus kurang dari jangkauan suara maksimum yang dapat didengar telinga manusia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Berapa Desibel Batas Pendengaran Manusia? Simak Penjelasannya!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Telinga sangat sensitif terhadap suara berfrekuensi tinggi karena dapat merusak telinga. Batas aman tingkat suara harus kurang dari jangkauan suara maksimum yang dapat didengar telinga manusia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kumpulan Artikel Kesehatan &amp; Gangguan Pendengaran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-12-21T14:21:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-12-21T14:22:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/black-lives-matter-movement-copy-space.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"844\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"hearLIFE Team\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"hearLIFE Team\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\n\t    \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",\n\t    \"@graph\": [\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebPage\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya\",\n\t            \"name\": \"Berapa Desibel Batas Pendengaran Manusia? Simak Penjelasannya!\",\n\t            \"isPartOf\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#website\"\n\t            },\n\t            \"primaryImageOfPage\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya#primaryimage\"\n\t            },\n\t            \"image\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya#primaryimage\"\n\t            },\n\t            \"thumbnailUrl\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/black-lives-matter-movement-copy-space.jpg\",\n\t            \"datePublished\": \"2022-12-21T14:21:45+00:00\",\n\t            \"dateModified\": \"2022-12-21T14:22:16+00:00\",\n\t            \"author\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/0fd26d88a633baccabc0dbe92c3cd3f5\"\n\t            },\n\t            \"description\": \"Telinga sangat sensitif terhadap suara berfrekuensi tinggi karena dapat merusak telinga. Batas aman tingkat suara harus kurang dari jangkauan suara maksimum yang dapat didengar telinga manusia.\",\n\t            \"breadcrumb\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya#breadcrumb\"\n\t            },\n\t            \"inLanguage\": \"id\",\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ReadAction\",\n\t                    \"target\": [\n\t                        \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya\"\n\t                    ]\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"ImageObject\",\n\t            \"inLanguage\": \"id\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya#primaryimage\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/black-lives-matter-movement-copy-space.jpg\",\n\t            \"contentUrl\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/black-lives-matter-movement-copy-space.jpg\",\n\t            \"width\": 1500,\n\t            \"height\": 844,\n\t            \"caption\": \"berapa desibel batas pendengaran manusia\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"BreadcrumbList\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya#breadcrumb\",\n\t            \"itemListElement\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 1,\n\t                    \"name\": \"Home\",\n\t                    \"item\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/\"\n\t                },\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 2,\n\t                    \"name\": \"Berapa Desibel Batas Pendengaran Manusia? Simak Penjelasannya!\"\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebSite\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#website\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/\",\n\t            \"name\": \"Kumpulan Artikel Kesehatan &amp; Gangguan Pendengaran\",\n\t            \"description\": \"hearLIFE\",\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"SearchAction\",\n\t                    \"target\": {\n\t                        \"@type\": \"EntryPoint\",\n\t                        \"urlTemplate\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/?s={search_term_string}\"\n\t                    },\n\t                    \"query-input\": {\n\t                        \"@type\": \"PropertyValueSpecification\",\n\t                        \"valueRequired\": true,\n\t                        \"valueName\": \"search_term_string\"\n\t                    }\n\t                }\n\t            ],\n\t            \"inLanguage\": \"id\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Person\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/0fd26d88a633baccabc0dbe92c3cd3f5\",\n\t            \"name\": \"hearLIFE Team\",\n\t            \"image\": {\n\t                \"@type\": \"ImageObject\",\n\t                \"inLanguage\": \"id\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\n\t                \"url\": \"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/300b8f134bb06fa3791ab4b704780b7bc048cc9ce2cbbd314e552c59d96dcf2c?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"contentUrl\": \"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/300b8f134bb06fa3791ab4b704780b7bc048cc9ce2cbbd314e552c59d96dcf2c?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"caption\": \"hearLIFE Team\"\n\t            },\n\t            \"sameAs\": [\n\t                \"https:\/\/hearlife.co.id\/blog\"\n\t            ],\n\t            \"url\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/author\/hearlife\"\n\t        }\n\t    ]\n\t}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Berapa Desibel Batas Pendengaran Manusia? Simak Penjelasannya!","description":"Telinga sangat sensitif terhadap suara berfrekuensi tinggi karena dapat merusak telinga. Batas aman tingkat suara harus kurang dari jangkauan suara maksimum yang dapat didengar telinga manusia.","robots":{"index":"index","follow":"follow"},"canonical":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Berapa Desibel Batas Pendengaran Manusia? Simak Penjelasannya!","og_description":"Telinga sangat sensitif terhadap suara berfrekuensi tinggi karena dapat merusak telinga. Batas aman tingkat suara harus kurang dari jangkauan suara maksimum yang dapat didengar telinga manusia.","og_url":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya","og_site_name":"Kumpulan Artikel Kesehatan &amp; Gangguan Pendengaran","article_published_time":"2022-12-21T14:21:45+00:00","article_modified_time":"2022-12-21T14:22:16+00:00","og_image":[{"width":1500,"height":844,"url":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/black-lives-matter-movement-copy-space.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"hearLIFE Team","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"hearLIFE Team","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya","url":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya","name":"Berapa Desibel Batas Pendengaran Manusia? Simak Penjelasannya!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/black-lives-matter-movement-copy-space.jpg","datePublished":"2022-12-21T14:21:45+00:00","dateModified":"2022-12-21T14:22:16+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/0fd26d88a633baccabc0dbe92c3cd3f5"},"description":"Telinga sangat sensitif terhadap suara berfrekuensi tinggi karena dapat merusak telinga. Batas aman tingkat suara harus kurang dari jangkauan suara maksimum yang dapat didengar telinga manusia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya#primaryimage","url":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/black-lives-matter-movement-copy-space.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/black-lives-matter-movement-copy-space.jpg","width":1500,"height":844,"caption":"berapa desibel batas pendengaran manusia"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/tips\/berapa-desibel-batas-pendengaran-manusia-simak-penjelasannya#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Berapa Desibel Batas Pendengaran Manusia? Simak Penjelasannya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/","name":"Kumpulan Artikel Kesehatan &amp; Gangguan Pendengaran","description":"hearLIFE","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/0fd26d88a633baccabc0dbe92c3cd3f5","name":"hearLIFE Team","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/300b8f134bb06fa3791ab4b704780b7bc048cc9ce2cbbd314e552c59d96dcf2c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/300b8f134bb06fa3791ab4b704780b7bc048cc9ce2cbbd314e552c59d96dcf2c?s=96&d=mm&r=g","caption":"hearLIFE Team"},"sameAs":["https:\/\/hearlife.co.id\/blog"],"url":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/author\/hearlife"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/802","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=802"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/802\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":804,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/802\/revisions\/804"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/803"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=802"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=802"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=802"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}