{"id":739,"date":"2022-12-16T07:14:46","date_gmt":"2022-12-16T07:14:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/?p=739"},"modified":"2022-12-16T07:14:46","modified_gmt":"2022-12-16T07:14:46","slug":"otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko","title":{"rendered":"Otomikosis: Gejala, Penyebab, dan Resiko"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Otomikosis adalah suatu kondisi yang terjadi diakibatkan oleh infeksi jamur. Pada umumnya, masyarakat yang tinggal di daerah tropis dan subtropis lebih mungkin untuk mengalami otomikosis karena jamur lebih mudah untuk berkembang. Lalu apa saja gejala, penyebab dan resiko dari otomikosis? Yuk simak ulasan selengkapnya mengenai otomikosis berikut ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa itu Otomikosis?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Medical News Today,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> otomikosis adalah infeksi jamur yang terdapat pada telinga luar. Hal ini bisa menyebabkan peradangan, kulit kering, serta keluarnya cairan berbau di liang telinga. Bagi orang-orang yang tinggal di iklim hangat, tropis, dan sering melakukan aktivitas seperti olahraga air, biasanya lebih mudah untuk terkena otomikosis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita setiap hari bisa berhubungan dengan yang namanya jamur, namun tidak menyebabkan masalah kesehatan. Bagi orang yang memiliki sistem imunitas yang lemah, mereka berisiko lebih tinggi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Gejala Otomikosis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa gejala dari otomikosis yang biasa ditemui, seperti yang dilansir dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Medical News Today<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan pendengaran, yang bisa disalah artikan sebagai tuli<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perasaan penuh di telinga\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya kemerahan di telinga bagian luar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gatal-gatal<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bengkak<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Telinga berdering (tinnitus)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cairan yang keluar dari telinga, warna putih, kuning, abu, hitam ataupun hijau<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa dari gejala ini biasanya hanya terjadi di salah satu telinga saja, namun seseorang juga bisa mengalaminya di kedua telinga. Apabila Anda mengalami gejala tersebut dan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, Anda perlu mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mengetahui secara pasti diagnosa Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga : <\/strong><a href=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/infeksi-telinga-dan-cara-mengatasinya\">Kenali Tentang Infeksi Telinga dan Cara Mengatasinya<\/a><\/p>\n<h2><b>Penyebab Otomikosis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jamur merupakan penyebab utama dari otomikosis. Melansir <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Healthline,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ada hampir 60 jenis jamur berbeda yang menyebabkan infeksi ini. Jamur umum yang menyebabkan otomikosis termasuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aspergillus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Candida<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Selain itu, bakteri juga bisa bergabung dengan jamur yang membuat infeksi menjadi lebih parah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aspergillus <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sendiri merupakan jamur umum yang bisa ditemukan di mana saja, baik dalam ruangan maupun luar ruangan. Pada umumnya jamur ini tidak menyebabkan masalah kesehatan, namun bagi sebagian orang jamur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aspergillus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa menyebabkan infeksi paru-paru serta reaksi alergi. Sementara, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Candida <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah jenis jamur yang terdapat dalam tubuh kita, seperti kulit, mulut, dan tenggorokan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain disebabkan oleh jamur, otomikosis juga bisa disebabkan oleh antibiotik dan penggunaan steroid. Melansir <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Web MD,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> peningkatan kasus otomikosis dikarenakan masyarakat yang menggunakan antibiotik, steroid dan juga obat tetes telinga antibiotik. Hal ini dipercayai bahwa antibiotik membuat pH pada liang telinga berubah, dan menyebabkan jamur lebih mudah berkembang biak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan seseorang mengalami otomikosis, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemasukan telinga pada saat berenang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan alat bantu dengar atau penyumbat telinga dengan pembersihan yang tidak benar<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan pewarna rambut yang bisa mengiritasi telinga<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cotton bud<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk membersihkan telinga<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Diagnosa Otomikosis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda mengalami beberapa gejala otomikosis seperti yang telah disebutkan di atas, Anda perlu ke dokter untuk mengetahui diagnosa Anda. Nantinya, Anda bisa memberitahu mengenai gejala yang Anda alami dan bagaimana riwayat kesehatan Anda sebelumnya. Dokter bisa melihat spora dan jamur melalui otoskop. Setelah itu, mungkin nanah dan kotoran di saluran telinga Anda akan diambil untuk diidentifikasi secara lanjut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga : <\/strong><a href=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/kenali-mastoidektomi-dan-risiko-komplikasinya\">Kenali Mastoidektomi dan Risiko Komplikasinya<\/a><\/p>\n<h2><b>Cara Mengobati Otomikosis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah mendapatkan diagnosa yang jelas, dokter Anda mungkin akan melakukan cara sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><b>Pembersihan telinga: <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengobati otomikosis, dokter Anda akan menghilangkan semua kotoran dari saluran telinga Anda. Bisa dengan tisu kering, pembilasan ataupun penyedotan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><b>Pengobatan:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Anda mungkin akan diberikan resep obat tetes telinga antijamur. Jika infeksi Anda disebabkan oleh bakteri, Anda juga bisa diberi resep obat antibakteri seperti ceftazidime.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Cara Mencegah Otomikosis<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda juga bisa melakukan cara-cara seperti di bawah ini guna mencegah terjadinya otomikosis, yaitu sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan topi renang atau penutup telinga saat Anda berenang\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan telinga tetap kering setelah Anda berenang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Anda bisa menggunakan pengering rambut untuk mengurangi kelembaban dari telinga Anda<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hindari penggunaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cotton bud, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebab hal tersebut bisa mendorong kotoran ke dalam saluran telinga\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Campur alkohol dan cuka putih dalam jumlah yang sama. Kemudian masukkan beberapa tetes pada telinga setelah berenang.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian pembahasan kali ini mengenai gejala, penyebab dan resiko otomikosis. Lakukan <\/span><a href=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/layanan\/pemeriksaan-pendengaran\/anm\"><span style=\"font-weight: 400;\">pemeriksaan pendengaran<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> secara rutin untuk mengetahui kesehatan pendengaran Anda. Hubungi kami lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana <\/span><a href=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">hearLIFE<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa menjadi solusi bagi pendengaran Anda.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Otomikosis adalah suatu kondisi yang terjadi diakibatkan oleh infeksi jamur. Pada umumnya, masyarakat yang tinggal di daerah tropis dan subtropis lebih mungkin untuk mengalami otomikosis karena jamur lebih mudah untuk berkembang. Lalu apa saja gejala, penyebab dan resiko dari otomikosis? Yuk simak ulasan selengkapnya mengenai otomikosis berikut ini.\u00a0 Apa itu Otomikosis? Melansir Medical News Today, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":740,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":{"0":"post-739","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-gangguan"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Otomikosis: Gejala, Penyebab, dan Resiko<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Otomikosis merupakan salah satu kondisi yang disebabkan oleh jamur. Bagaimana gejala, penyebab dan resiko otomikosis? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Otomikosis: Gejala, Penyebab, dan Resiko\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Otomikosis merupakan salah satu kondisi yang disebabkan oleh jamur. Bagaimana gejala, penyebab dan resiko otomikosis? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kumpulan Artikel Kesehatan &amp; Gangguan Pendengaran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-12-16T07:14:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/female-ear.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"hearLIFE Team\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"hearLIFE Team\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\n\t    \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",\n\t    \"@graph\": [\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebPage\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko\",\n\t            \"name\": \"Otomikosis: Gejala, Penyebab, dan Resiko\",\n\t            \"isPartOf\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#website\"\n\t            },\n\t            \"primaryImageOfPage\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko#primaryimage\"\n\t            },\n\t            \"image\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko#primaryimage\"\n\t            },\n\t            \"thumbnailUrl\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/female-ear.jpg\",\n\t            \"datePublished\": \"2022-12-16T07:14:46+00:00\",\n\t            \"author\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/0fd26d88a633baccabc0dbe92c3cd3f5\"\n\t            },\n\t            \"description\": \"Otomikosis merupakan salah satu kondisi yang disebabkan oleh jamur. Bagaimana gejala, penyebab dan resiko otomikosis? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!\",\n\t            \"breadcrumb\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko#breadcrumb\"\n\t            },\n\t            \"inLanguage\": \"id\",\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ReadAction\",\n\t                    \"target\": [\n\t                        \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko\"\n\t                    ]\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"ImageObject\",\n\t            \"inLanguage\": \"id\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko#primaryimage\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/female-ear.jpg\",\n\t            \"contentUrl\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/female-ear.jpg\",\n\t            \"width\": 1500,\n\t            \"height\": 1000,\n\t            \"caption\": \"otomikosis adalah\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"BreadcrumbList\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko#breadcrumb\",\n\t            \"itemListElement\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 1,\n\t                    \"name\": \"Home\",\n\t                    \"item\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/\"\n\t                },\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 2,\n\t                    \"name\": \"Otomikosis: Gejala, Penyebab, dan Resiko\"\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebSite\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#website\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/\",\n\t            \"name\": \"Kumpulan Artikel Kesehatan &amp; Gangguan Pendengaran\",\n\t            \"description\": \"hearLIFE\",\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"SearchAction\",\n\t                    \"target\": {\n\t                        \"@type\": \"EntryPoint\",\n\t                        \"urlTemplate\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/?s={search_term_string}\"\n\t                    },\n\t                    \"query-input\": {\n\t                        \"@type\": \"PropertyValueSpecification\",\n\t                        \"valueRequired\": true,\n\t                        \"valueName\": \"search_term_string\"\n\t                    }\n\t                }\n\t            ],\n\t            \"inLanguage\": \"id\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Person\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/0fd26d88a633baccabc0dbe92c3cd3f5\",\n\t            \"name\": \"hearLIFE Team\",\n\t            \"image\": {\n\t                \"@type\": \"ImageObject\",\n\t                \"inLanguage\": \"id\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\n\t                \"url\": \"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/300b8f134bb06fa3791ab4b704780b7bc048cc9ce2cbbd314e552c59d96dcf2c?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"contentUrl\": \"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/300b8f134bb06fa3791ab4b704780b7bc048cc9ce2cbbd314e552c59d96dcf2c?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"caption\": \"hearLIFE Team\"\n\t            },\n\t            \"sameAs\": [\n\t                \"https:\/\/hearlife.co.id\/blog\"\n\t            ],\n\t            \"url\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/author\/hearlife\"\n\t        }\n\t    ]\n\t}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Otomikosis: Gejala, Penyebab, dan Resiko","description":"Otomikosis merupakan salah satu kondisi yang disebabkan oleh jamur. Bagaimana gejala, penyebab dan resiko otomikosis? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow"},"canonical":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Otomikosis: Gejala, Penyebab, dan Resiko","og_description":"Otomikosis merupakan salah satu kondisi yang disebabkan oleh jamur. Bagaimana gejala, penyebab dan resiko otomikosis? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!","og_url":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko","og_site_name":"Kumpulan Artikel Kesehatan &amp; Gangguan Pendengaran","article_published_time":"2022-12-16T07:14:46+00:00","og_image":[{"width":1500,"height":1000,"url":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/female-ear.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"hearLIFE Team","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"hearLIFE Team","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko","url":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko","name":"Otomikosis: Gejala, Penyebab, dan Resiko","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/female-ear.jpg","datePublished":"2022-12-16T07:14:46+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/0fd26d88a633baccabc0dbe92c3cd3f5"},"description":"Otomikosis merupakan salah satu kondisi yang disebabkan oleh jamur. Bagaimana gejala, penyebab dan resiko otomikosis? Simak ulasan selengkapnya berikut ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko#primaryimage","url":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/female-ear.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/female-ear.jpg","width":1500,"height":1000,"caption":"otomikosis adalah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/otomikosis-gejala-penyebab-dan-resiko#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Otomikosis: Gejala, Penyebab, dan Resiko"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/","name":"Kumpulan Artikel Kesehatan &amp; Gangguan Pendengaran","description":"hearLIFE","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/0fd26d88a633baccabc0dbe92c3cd3f5","name":"hearLIFE Team","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/300b8f134bb06fa3791ab4b704780b7bc048cc9ce2cbbd314e552c59d96dcf2c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/300b8f134bb06fa3791ab4b704780b7bc048cc9ce2cbbd314e552c59d96dcf2c?s=96&d=mm&r=g","caption":"hearLIFE Team"},"sameAs":["https:\/\/hearlife.co.id\/blog"],"url":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/author\/hearlife"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=739"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/739\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":742,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/739\/revisions\/742"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/740"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}