{"id":13,"date":"2022-05-17T11:55:57","date_gmt":"2022-05-17T11:55:57","guid":{"rendered":"http:\/\/hearlife.test\/blog\/?p=13"},"modified":"2022-11-26T06:56:36","modified_gmt":"2022-11-26T06:56:36","slug":"penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya","title":{"rendered":"Penyakit Gangguan Pendengaran: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Telinga merupakan salah satu panca indera yang sangat penting. Dengan adanya telinga, seseorang dapat mendengar semua bunyi di sekitar. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Karena fungsi telinga sangat penting, sudah sewajarnya telinga dijaga dan dirawat dengan baik. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, terkadang sebagian orang dapat mengalami gangguan pendengaran. Bila indera telinga seseorang terganggu nantinya akan sulit mendengar suara sekitar dengan baik sehingga akan membuat kesulitan untuk beraktivitas secara normal.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan pendengaran bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari gangguan sistem saraf pendengaran hingga paparan suara keras dalam waktu yang lama. Masalah ini tidak boleh diabaikan karena dapat mengakibatkan tidak berfungsinya telinga yang menjadi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">penyebab gangguan pendengaran<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Simak yuk\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">macam-macam gangguan pendengaran<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> serta penjelasan lengkapnya.<\/span><\/p>\r\n<h2><strong>Apa itu Gangguan Pendengaran<\/strong><\/h2>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seseorang mengalami masalah pada telinga sehingga terjadi gangguan kehilangan pendengaran\u00a0 pada kedua telinga atau di salah satu telinga. Hal ini dapat terjadi karena beberapa hal, mulai dari adanya masalah pada sistem saraf pada telinga hingga paparan suara keras. Penurunan gangguan pendengaran terbagi menjadi ringan, sedang, sedang berat, berat dan sangat berat.<\/span><\/p>\r\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/hearlife.co.id\/blog\/gangguan-pendengaran\/ciri-ciri-gendang-telinga-pecah\">Inilah Ciri-ciri Gendang Telinga Pecah yang Jarang Orang Ketahui!<\/a><\/strong><\/p>\r\n<h2><strong>Jenis Gangguan Pendengaran<\/strong><\/h2>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya, seseorang yang sedang mengalami gangguan pendengaran akan mengalami beberapa kesulitan dalam mendengar percakapan sehingga bisa berdampak tidak baik terhadap hubungan sosial, pekerjaan, dan pendidikan.\u00a0<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, gangguan pendengaran tidak terjadi begitu saja dan ada penyebabnya. Lalu, apa saja jenis gangguan pendengaran dan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">apa penyebab terjadi gangguan pendengaran<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\r\n<h3><strong>1. Gangguan Pendengaran Sensorineural<\/strong><\/h3>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan pertama yaitu gangguan pendengaran sensorineural. Gangguan pendengaran ini disebut dengan sensorineural karena terjadi pada bagian dalam yang terhubung dengan otak.\u00a0 Masalah dalam telinga ini terjadi karena adanya gangguan pada rambut di dalam telinga yang disebut silia, dan\u00a0 saraf koklea.\u00a0<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan pendengaran ini adalah gangguan yang paling fatal karena dapat menyebabkan tuli permanen. Jika seseorang sampai mengalami tuli permanen, sulit untuk dapat disembuhkan dengan obat, pembedahan, atau tes fisik. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Meski sulit untuk sembuh, seseorang yang kehilangan pendengarannya bisa dibantu dengan beberapa alat bantu, contohnya alat bantu dengar (implan koklea).<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dilansir dari National Institute on Aging, gangguan pendengaran sensorineural paling utama karena proses penuaan, dan pengobatan dilakukan untuk meningkatkan fungsi pendengaran pasien.\u00a0<\/span><\/p>\r\n<ul>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab Gangguan Pendengaran Sensorineural<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa penyakit dan kondisi tubuh pada seseorang dapat menyebabkan gangguan pendengaran sensorineural. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis gangguan pendengaran ini disebabkan oleh masalah medis atau berbagai hal berikut ini seperti:<\/span><\/p>\r\n<ul>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit Meniere<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Trauma akustik<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor usia<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor genetik<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit Autoimun<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahan tekanan udara<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/hearlife.co.id\/blog\/gangguan-pendengaran\/cara-menghilangkan-benjolan-di-belakang-telinga\">Tak Perlu Khawatir, Ini Dia Cara Menghilangkan Benjolan di Belakang Telinga<\/a><\/strong><\/p>\r\n<h3><strong>2. Gangguan Pendengaran Konduktif<\/strong><\/h3>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut National Institute on Aging, pembedahan atau perawatan medis dapat menyembuhkan gangguan pendengaran konduktif. Gangguan pada konduktif pada telinga terjadi ketika getaran suara tidak dapat masuk ke dalam telinga sehingga suara masuk lebih pelan dan tidak jelas. Ini mengakibatkan gangguan pada ossicles atau bagian telinga lain yang menghambat suara sampai koklea.\u00a0<\/span><\/p>\r\n<ul>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab gangguan Pendengaran Konduktif<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">penyebab gangguan pendengaran<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> konduktif yaitu adanya banyak kotoran dalam telinga, cairan dalam telinga, masuknya benda asing, dan infeksi pada telinga bagian tengah.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Gangguan pendengaran konduktif\u00a0 disebabkan oleh hal lainnya seperti:<\/span><\/p>\r\n<ul>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Otosklerosis<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kolesteatoma.<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gendang telinga pecah\u00a0<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Disfungsi pada saluran tuba eustachius<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tulang pendengaran rusak akibat trauma<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h3><strong>3. Gangguan Pendengaran Kombinasi<\/strong><\/h3>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut situs American Speech-Language-Hearing Association, kondisi yang menyebabkan gangguan sensorineural dan konduktif dapat menyebabkan gangguan pendengaran kombinasi. Sebagai contohnya, Anda sudah memiliki kondisi cairan pada telinga tengah dan ketika bekerja, Anda mengalami gangguan pendengaran karena suara keras. Masalah yang Anda alami terjadi secara bersamaan yang membuat pendengaran semakin buruk.<\/span><\/p>\r\n<ul>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab Pendengaran Kombinasi<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan pendengaran kombinasi atau<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> gangguan pendengaran campuran <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dapat terjadi jika Anda mengalami gangguan pendengaran, misalnya sensorineural lebih dulu maka akan bertambah parah\u00a0 jika terkena paparan suara keras. Mungkin saja, Anda tidak sadar memiliki gangguan pendengaran atau tidak diobati dengan baik, akhirnya kondisi telinga Anda semakin buruk sehingga terjadi gangguan konduktif juga.<\/span><\/p>\r\n<h3><strong>4. Gangguan Pendengaran Asimetris dan Simetris\u00a0<\/strong><\/h3>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan pendengaran asimetris terjadi ketika kedua telinga memiliki perbedaan derajat kemampuan mendengar. Kondisi dapat terjadi terlebih lagi jika pengidap pernah mengalami benturan yang keras pada salah satu telinga.\u00a0<\/span><\/p>\r\n<ul>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab Gangguan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Asimetris dan Simetris<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi ini memungkinkan apabila penderita pernah mengalami benturan yang keras pada salah satu sisi telinga. Sedangkan, Gangguan pendengaran simetris terjadi saat kedua telinga mengalami derajat penurunan pendengaran yang sama.<\/span><\/p>\r\n<h3><strong>5. Gangguan Pendengaran Progresif dan Mendadak<\/strong><\/h3>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seseorang dapat mengalami gangguan pendengaran dengan kondisi ringan dan semakin memburuk. Anda mungkin saja mengalami gangguan pendengaran progresif dan mendadak. Gangguan ini terjadi dengan cara bertahap, dari tahap ringan sampai tahap akut. Jika Anda tiba-tiba tidak dapat mendengar, artinya Anda sedang mengalami gangguan pendengaran mendadak. Anda harus mendapatkan penanganan secepatnya.<\/span><\/p>\r\n<ul>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pendengaran Progresif dan Mendadak<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan pendengaran progresif dan mendadak biasanya disebabkan oleh suara yang keras, sumbatan kotoran telinga, cedera kepala, perubahan tekanan, penyakit infeksi, dan efek samping obat-obatan.<\/span><\/p>\r\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/kenali-gangguan-pendengaran-pada-lansia-dan-cara-mencegahnya\">Kenali Gangguan Pendengaran Pada Lansia dan Cara Mencegahnya<\/a><\/strong><\/p>\r\n<h2><strong>Diagnosis<\/strong><\/h2>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada umumnya, dokter akan melakukan diagnosis dengan cara mengumpulkan segala informasi mengenai gejala yang dirasakan pasien, lalu mengecek dan memeriksa fisik telinga. Tujuan pemeriksaan fisik telinga yaitu bertujuan untuk melihat liat telinga lebih jelas lagi.<\/span><\/p>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dokter juga akan menggunakan garpu tala yang merupakan pemeriksaan sederhana. Selain itu, terdapat pemeriksaan lain seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">auditory brainstem response<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (ABR), teknik audiometer, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">otoacoustic emisions<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (OAE), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">acoustic immittance dan cara lainnya.<\/span><\/i><\/p>\r\n<h2><strong>Gejala Anda Mengalami Gangguan Pendengaran<\/strong><\/h2>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala gangguan pendengaran dapat terjadi pada keseharian Anda secara sadar atau tidak sadar. Untuk mengetahui bahwa Anda mengalami gangguan pendengaran, inilah beberapa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">gejala gangguan pendengaran<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">:<\/span><\/p>\r\n<ul>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesulitan mengikuti alur pembicaraan<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesulitan mengetahui arah suara\u00a0<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kesulitan mendengar konsonan<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sulit mendengarkan kata-kata pada tempat berisik<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sering sulit mendengar dan meminta lawan bicara mengulangi pembicaraan<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h2><strong>Cara Mengatasi Gangguan Pendengaran<\/strong><\/h2>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara mengobati gangguan pendengaran<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">yaitu dengan mengetahui penyebab gangguan pendengaran dasarnya terlebih dahulu supaya kondisi tidak memburuk. Setelah itu, dokter akan mencari cara untuk mengatasi gangguan pendengaran tersebut. Perlu diketahui bahwa semua jenis gangguan pendengaran mempunyai cara yang berbeda untuk mengatasinya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Mari simak <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pengobatan gangguan pendengaran<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> menurut John Hopkins Medicine:\u00a0<\/span><\/p>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan pendengaran dapat diatasi dengan:<\/span><\/h3>\r\n<ul>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengobati bila ada penyakit lain yang memicu gangguan pendengaran<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Membersihkan kotoran yang menumpuk dalam telinga dengan penyedot khusus, obat tetes, atau irigasi telinga<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memasang implan telinga pada bagian tengan supaya meningkatkan gelombang suara<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memasang implan koklea agar menstimulasi pendengaran<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh usia dapat memilih pen<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">gobatan berikut ini:<\/span><\/h3>\r\n<ul>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memasang alat bantu dengar<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan pelatihan membaca isyarat visual\u00a0<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menggunakan perangkat bantu contohnya amplifier telepon atau teknologi lain yang dapat mengubah ucapan menjadi teks<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/waspadai-gejala-gangguan-pendengaran-pada-anak-berikut-ini\">Waspadai Gejala Gangguan Pendengaran Pada Anak Berikut Ini<\/a><\/strong><\/p>\r\n<h2><strong>Pencegahan<\/strong><\/h2>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada jenis gangguan pendengaran yang sulit untuk dicegah, contohnya karena faktor usia atau terdapat kerusakan struktur telinga. Kondisi ini akan memberikan dampak kurang mampu merespon gelombang suara karena struktur di telinga kurang elastis dan terdapat kerusakan pada rambut-rambut halus. Lalu, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegahnya, yaitu:<\/span><\/p>\r\n<ul>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hindari paparan suara yang keras secara terus-menerus. Contohnya, suara keras dari pesawat terbang, musik keras dengan earphone, senjata api. Semua ini dapat merusak sel-sel rambut yang terdapat pada koklea.<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merawat kebersihan telinga agar terhindar dari infeksi telinga. Ketika infeksi terjadi, bagian telinga tengah akan ada banyak tumpukan cairan. Ada juga kotoran telinga\u2013\u00a0 substansi berbentuk tebal dan lengket yang biasanya mencegah zat dan bakteri asing lainnya memasuki telinga terkadang mengeras di dalam telinga, akan dapat mematikan kemampuan untuk mendengar.<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<h2><strong>Faktor Risiko<\/strong><\/h2>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya gangguan pendengaran disebabkan oleh infeksi telinga yang bersifat sementara dan ringan. Namun, bila tidak diobati dengan benar maka akan berakibat fatal. Inilah beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan pendengaran, seperti:<\/span><\/p>\r\n<ul>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor keturunan atau genetik<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengidap infeksi ketika\u00a0 hamil<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki penyakit tertentu, contohnya diabetes, hipertensi, cedera otak, masalah jantung, stroke dan tumor.<\/span><\/li>\r\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya trauma pada kepala dan Tekanan kuat ketika melakukan diving atau saat terbang dalam pesawat, dan adanya kerusakan pada gendang telinga atau patah pada tulang tengkorak .Trauma dan cedera pada kepala dapat menyebabkan gendang telinga berlubang. Jadi, hati-hati melakukan aktivitas yang ekstrem.<\/span><\/li>\r\n<\/ul>\r\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikianlah informasi mengenai penyakit gangguan pendengaran yang perlu Anda ketahui. Jika Anda mengalami masalah pendengaran, dan bertanya-tanya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bagaimana caranya agar pendengaran kembali normal? Anda bisa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">segera konsultasi terlebih dahulu dengan untuk mengetahui penyebabnya. Misalnya, Anda bisa membuat jadwal untuk berkonsultasi dengan <a href=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/\">Hearlife<\/a> mengenai masalah pendengaran Anda dan juga melakukan pemeriksaan pendengaran Anda.\u00a0 Kami menyediakan konsultasi dan beragam <a href=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/produk\/abd\">alat bantu dengar<\/a> yang sesuai dengan derajat gangguan pendengaran Anda.<\/span><\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Telinga merupakan salah satu panca indera yang sangat penting. Dengan adanya telinga, seseorang dapat mendengar semua bunyi di sekitar. Karena fungsi telinga sangat penting, sudah sewajarnya telinga dijaga dan dirawat dengan baik. Namun, terkadang sebagian orang dapat mengalami gangguan pendengaran. Bila indera telinga seseorang terganggu nantinya akan sulit mendengar suara sekitar dengan baik sehingga akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":30,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":{"0":"post-13","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-gangguan"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penyakit Gangguan Pendengaran: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Gangguan pendengaran dapat dialami oleh siapa saja, baik dewasa maupun anak-anak. Penderitanya tidak hanya sakit namun dapat menyebabkan kehilangan pendengaran.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyakit Gangguan Pendengaran: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gangguan pendengaran dapat dialami oleh siapa saja, baik dewasa maupun anak-anak. Penderitanya tidak hanya sakit namun dapat menyebabkan kehilangan pendengaran.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kumpulan Artikel Kesehatan &amp; Gangguan Pendengaran\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-17T11:55:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-11-26T06:56:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-monstera-7114756-scaled-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1707\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"hearLIFE Team\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"hearLIFE Team\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\n\t    \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",\n\t    \"@graph\": [\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebPage\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya\",\n\t            \"name\": \"Penyakit Gangguan Pendengaran: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya\",\n\t            \"isPartOf\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#website\"\n\t            },\n\t            \"primaryImageOfPage\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya#primaryimage\"\n\t            },\n\t            \"image\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya#primaryimage\"\n\t            },\n\t            \"thumbnailUrl\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-monstera-7114756-scaled-2.jpg\",\n\t            \"datePublished\": \"2022-05-17T11:55:57+00:00\",\n\t            \"dateModified\": \"2022-11-26T06:56:36+00:00\",\n\t            \"author\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/0fd26d88a633baccabc0dbe92c3cd3f5\"\n\t            },\n\t            \"description\": \"Gangguan pendengaran dapat dialami oleh siapa saja, baik dewasa maupun anak-anak. Penderitanya tidak hanya sakit namun dapat menyebabkan kehilangan pendengaran.\",\n\t            \"breadcrumb\": {\n\t                \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya#breadcrumb\"\n\t            },\n\t            \"inLanguage\": \"id\",\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ReadAction\",\n\t                    \"target\": [\n\t                        \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya\"\n\t                    ]\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"ImageObject\",\n\t            \"inLanguage\": \"id\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya#primaryimage\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-monstera-7114756-scaled-2.jpg\",\n\t            \"contentUrl\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-monstera-7114756-scaled-2.jpg\",\n\t            \"width\": 2560,\n\t            \"height\": 1707\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"BreadcrumbList\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya#breadcrumb\",\n\t            \"itemListElement\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 1,\n\t                    \"name\": \"Home\",\n\t                    \"item\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/\"\n\t                },\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"ListItem\",\n\t                    \"position\": 2,\n\t                    \"name\": \"Penyakit Gangguan Pendengaran: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya\"\n\t                }\n\t            ]\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"WebSite\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#website\",\n\t            \"url\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/\",\n\t            \"name\": \"Kumpulan Artikel Kesehatan &amp; Gangguan Pendengaran\",\n\t            \"description\": \"hearLIFE\",\n\t            \"potentialAction\": [\n\t                {\n\t                    \"@type\": \"SearchAction\",\n\t                    \"target\": {\n\t                        \"@type\": \"EntryPoint\",\n\t                        \"urlTemplate\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/?s={search_term_string}\"\n\t                    },\n\t                    \"query-input\": {\n\t                        \"@type\": \"PropertyValueSpecification\",\n\t                        \"valueRequired\": true,\n\t                        \"valueName\": \"search_term_string\"\n\t                    }\n\t                }\n\t            ],\n\t            \"inLanguage\": \"id\"\n\t        },\n\t        {\n\t            \"@type\": \"Person\",\n\t            \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/0fd26d88a633baccabc0dbe92c3cd3f5\",\n\t            \"name\": \"hearLIFE Team\",\n\t            \"image\": {\n\t                \"@type\": \"ImageObject\",\n\t                \"inLanguage\": \"id\",\n\t                \"@id\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\n\t                \"url\": \"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/300b8f134bb06fa3791ab4b704780b7bc048cc9ce2cbbd314e552c59d96dcf2c?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"contentUrl\": \"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/300b8f134bb06fa3791ab4b704780b7bc048cc9ce2cbbd314e552c59d96dcf2c?s=96&d=mm&r=g\",\n\t                \"caption\": \"hearLIFE Team\"\n\t            },\n\t            \"sameAs\": [\n\t                \"https:\/\/hearlife.co.id\/blog\"\n\t            ],\n\t            \"url\": \"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/author\/hearlife\"\n\t        }\n\t    ]\n\t}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penyakit Gangguan Pendengaran: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya","description":"Gangguan pendengaran dapat dialami oleh siapa saja, baik dewasa maupun anak-anak. Penderitanya tidak hanya sakit namun dapat menyebabkan kehilangan pendengaran.","robots":{"index":"index","follow":"follow"},"canonical":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penyakit Gangguan Pendengaran: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya","og_description":"Gangguan pendengaran dapat dialami oleh siapa saja, baik dewasa maupun anak-anak. Penderitanya tidak hanya sakit namun dapat menyebabkan kehilangan pendengaran.","og_url":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya","og_site_name":"Kumpulan Artikel Kesehatan &amp; Gangguan Pendengaran","article_published_time":"2022-05-17T11:55:57+00:00","article_modified_time":"2022-11-26T06:56:36+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1707,"url":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-monstera-7114756-scaled-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"hearLIFE Team","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"hearLIFE Team","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya","url":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya","name":"Penyakit Gangguan Pendengaran: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-monstera-7114756-scaled-2.jpg","datePublished":"2022-05-17T11:55:57+00:00","dateModified":"2022-11-26T06:56:36+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/0fd26d88a633baccabc0dbe92c3cd3f5"},"description":"Gangguan pendengaran dapat dialami oleh siapa saja, baik dewasa maupun anak-anak. Penderitanya tidak hanya sakit namun dapat menyebabkan kehilangan pendengaran.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya#primaryimage","url":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-monstera-7114756-scaled-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/pexels-monstera-7114756-scaled-2.jpg","width":2560,"height":1707},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/gangguan\/penyakit-gangguan-pendengaran-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penyakit Gangguan Pendengaran: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/","name":"Kumpulan Artikel Kesehatan &amp; Gangguan Pendengaran","description":"hearLIFE","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/0fd26d88a633baccabc0dbe92c3cd3f5","name":"hearLIFE Team","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/300b8f134bb06fa3791ab4b704780b7bc048cc9ce2cbbd314e552c59d96dcf2c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/300b8f134bb06fa3791ab4b704780b7bc048cc9ce2cbbd314e552c59d96dcf2c?s=96&d=mm&r=g","caption":"hearLIFE Team"},"sameAs":["https:\/\/hearlife.co.id\/blog"],"url":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/author\/hearlife"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":603,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13\/revisions\/603"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hearlife.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}