Cara Telinga Mendengarkan Suara Serta Proses Mendengar

Pendengaran adalah salah satu sumber informasi dalam diri manusia. Untuk dapat mendengarkan dengan baik, dibutuhkan organ-organ yang menjalankan fungsinya dengan baik juga sehingga proses pendengaran berjalan dengan baik pula.

Ulasan ini akan menjelaskan lebih lengkap tentang proses terdengarnya bunyi oleh telinga dan komponen apa saja yang terlibat. Tidak hanya itu, pembahasan terkait proses dihasilkannya suatu bunyi juga akan dibahas dengan lengkap, jadi simak ulasan berikut sampai selesai ya!

Bunyi dan Proses Mendengarkan

Organ pendengaran adalah pemegang peranan utama dalam proses mendengar bunyi. Karena organ-organ yang bekerja dalam satu kesatuan sistem inilah yang akan membuat gelombang bunyi di udara dapat diterima otak. Nah, berikut adalahi bagian telinga dan fungsinya yang berperan dalam proses mendengar suara, antara lain: 

  • Bagian telinga luar terdiri dari daun telinga dan saluran telinga, berfungsi untuk mengumpulkan gelombang bunyi dan menyalurkannya
  • Bagian telinga tengah berfungsi untuk mengubah gelombang bunyi menjadi getaran yang kemudian akan diteruskan ke rumah siput di bagian telinga dalam. Bagian telinga tengah ini terdiri dari daun telinga, tulang pendengaran, dan rumah siput
  • Bagian telinga dalam berfungsi untuk menangkap getaran lalu mengubahnya menjadi impuls syaraf untuk diteruskan ke otak
  • Bagian telinga tengah terdiri dari saluran eustachius, rumah siput atau koklea dan saluran gelang yang terdiri dari saluran setengah lingkaran

Baca juga: Terapi Ear Candle untuk Membersikan Kotoran Telinga

Bagian-bagian telinga ini menjalankan fungsinya masing-masing sehingga bunyi dapat didengarkan dengan baik oleh telinga. Lalu bagaimana proses pendengaran dari telinga? Mari simak dibawah ini.

Proses Mendengar Oleh Telinga

Proses mendengar bunyi secara singkat oleh telinga dimulai dari gelombang bunyi atau gelombang suara yang ada di udara ditangkap dan dikumpulkan oleh daun telinga. Gelombang suara kemudian dilanjutkan ke saluran telinga dan nantinya akan diubah oleh selaput gendang telinga menjadi getaran.

Setelah gelombang suara diubah menjadi getaran, tiga tulang pendengaran akan memperkuat getaran tersebut dan meneruskannya ke koklea atau rumah siput. Di dalam rumah siput,  getaran diubah menjadi impuls saraf atau impuls listrik yang akan diterima oleh otak. Setelah impuls listrik ini diterima oleh otak, maka otak akan menerjemahkannya menjadi suara yang akan didengar oleh telinga. Itulah mekanisme jalannya suara secara berurutan di dalam rongga telinga. 

Proses Terbentuknya Bunyi

Dalam memahami proses pendengaran, juga perlu dipahami bagaimana terjadinya bunyi? Karena yang menjadi obyek studi dalam pendengaran adalah bunyi dan telinga itu sendiri. Selain itu pendengar juga menjadi salah satu dari tiga syarat terbentuknya bunyi.

Bunyi sendiri terbentuk ketika ada sebuah benda yang bergetar kemudian getaran tersebut menyebabkan pergerakan molekul udara di sekitarnya. Molekul-molekul inilah yang kemudian akan menabrak molekul di dekatnya yang akan menyebabkan reaksi berantai. Reaksi berantai dari getaran inilah yang kemudian disebut dengan gelombang suara. 

Baca juga: Fungsi Gendang Telinga Untuk Pendengaran, Penting!

Batas Pendengaran Manusia

Pendengaran manusia sendiri memiliki batasan. Manusia tidak bisa mendengarkan bunyi yang berfrekuensi terlalu rendah, juga tidak bisa mendengarkan bunyi dengan frekuensi terlalu tinggi. Lalu, berapakah rentang frekuensi pendengaran pada manusia? Jawabannya adalah 20 Hz sampai 20.000 Hz.

Suara di bawah 20 Hz disebut dengan infra Sound, tidak dapat didengarkan oleh manusia. Sedangkan suara di atas 20.000 Hz disebut dengan Ultrasound, juga tidak dapat didengarkan oleh manusia.

Itulah ulasan lengkap tentang proses mendengar. Dengan memahami cara kerja telinga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan organ telinga tersebut.